Rangkuman Pelajaran at-Taisir Pemula Bagian 5-8 [Angkatan Ke-1]

lampu_dinding

Bismillah. Berikut ini adalah rangkuman pelajaran ke-5 hingga ke-8 semoga bisa bermanfaat bagi kita semuanya untuk menyegarkan kembali materi yang telah dipelajari.

Pembagian Kata

Kata atau al-kalimah dalam bahasa arab terbagi 3, yaitu isim/kata benda, fi’il/kata kerja, dan harf/kata depan atau kata sambung.

Syarat Kalimat Sempurna

Kalimat sempurna dalam bahasa arab disebut dengan istilah al-Kalam. Ada 4 syarat yang harus dipenuhi agar suatu ucapan disebut al-Kalam, yaitu; berupa lafal, tersusun dari dua kata atau lebih, memberikan faidah makna yang sempurna, dan menggunakan bahasa arab.

Dua Macam Harf

Dalam bahasa arab istilah harf memiliki dua maksud; harf dengan artian kata depan atau kata sambung dan harf dalam artian huruf; yaitu alif sampai ya’. Harf dengan makna pertama dinamakan dengan istilah huruf mabani atau huruf hija’iyah, sedangkan harf dengan makna kedua disebut dengan nama huruf ma’ani.  

Mengenal Isim

Isim atau kata benda adalah kata yang menunjukkan atas suatu benda, manusia atau tempat. Isim tidak memiliki kaitan dengan perubahan waktu. Isim bisa dikenali dengan tanda-tanda misalnya; diakhiri kasroh, diakhiri tanwin, diawali alif lam, atau didahului dengan huruf jar. Huruf jar ini menyebabkan akhir kata menjadi kasroh.

Isim Ma’rifah dan Nakiroh

Suatu isim/kata benda yang menunjukkan suatu yang sudah tertentu atau jelas benda atau orangnya disebut dengan isim ma’rifah, diantara ciri ma’rifah misalnya diawali dengan alif lam [al] atau berupa nama orang. Adapun isim yang masih luas penunjukannya atau belum ditentukan yang mana orang atau bendanya dinamakan dengan isim nakiroh.

Isim Mudzakkar dan Mu’annats

Suatu isim/kata benda yang menunjukkan suatu hal yang disifati berjenis lelaki dinamakan dengan isim mudzakkar. Adapun isim yang menunjukkan suatu hal yang disifati berjenis perempuan disebut isim mu’annats. Diantara ciri mu’annats adalah nama perempuan, kata yang diakhiri ta’ marbuthoh.

Mengenal Fi’il

Fi’il atau kata kerja adalah kata yang menunjukkan atas suatu peristiwa atau perbuatan pada masa tertentu; bisa lampau, sekarang atau akan datang. Fi’il terbagi 3 yaitu; madhi/lampau, mudhori’/sekarang atau akan datang, dan amr/perintah.

Fi’il Ma’lum dan Majhul

Suatu fi’il/kata kerja yang aktif dalam bahasa arab disebut dengan istilah fi’il ma’lum. Suatu kata kerja pasif dinamakan dengan istilah fi’il majhul. Fi’il ma’lum biasanya disertai oleh penyebutan pelakunya sesudahnya. Pelaku ini disebut dengan istilah fa’il. Adapun fi’il majhul pelakunya tidak disebutkan.

Fi’il Lazim dan Muta’addi

Fi’il/kata kerja yang membutuhkan objek dalam bahasa arab disebut dengan istilah fi’il muta’addi, sedangkan fi’il yang tidak membutuhkan objek disebut fi’il lazim. 

Ciri-Ciri Fi’il

Diantara cara untuk mengenali fi’il selain dari melihat artinya adalah dengan tanda misalnya; apabila didahului dengan kata qod/sungguh, atau kata saufa/kelak, atau sa/akan, atau diakhiri dengan ta’ sukun apabila pelakunya berjenis perempuan; disebut dengan istilah ta’ ta’nits sakinah. 

Macam-Macam Huruf Ma’ani

Telah kita ketahui bahwa huruf ada yang bermakna; ia dinamakan dengan istilah huruf ma’ani. Huruf ma’ani ini ada bermacam-macam. Diantaranya ada yang menyebabkan fi’il sesudahnya menjadi berakhiran fat-hah; ini disebut huruf penashob. Diantaranya ada yang menyebabkan fi’il sesudahnya menjadi berakhiran sukun; ini disebut huruf penjazem. Diantaranya ada yang masuk pada isim dan menyebabkan isim itu menjadi berakhiran kasroh; ini yang disebut dengan istilah huruf jer. Huruf penashob dan penjazem ini hanya masuk kepada fi’il, sedangkan huruf jer hanya masuk pada isim.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 36 other followers

Keutamaan Ilmu

Abu Hurairah dan Abu Dzar radhiyallahu’anhuma berkata, “Sebuah bab tentang ilmu yang kamu pelajari lebih kami cintai daripada seribu raka’at sholat sunnah.” (lihat Tajrid al-Ittiba’ fi Bayan Asbab Tafadhul al-A’mal, hal. 26 karya Dr. Ibrahim bin ‘Amir ar-Ruhaili hafizhahullah)

Pentingnya Ikhlas

Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu’anhu, beliau menceritakan bahwa dahulu ada seorang lelaki yang datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu dia bertanya, “Ada orang yang berperang untuk fanatisme kelompok, berperang untuk menunjukkan keberanian, dan berperang untuk mendapat pujian. Manakah diantara itu semua yang berada di jalan Allah?”. Maka beliau menjawab, “Barangsiapa yang berperang demi meninggikan kalimat Allah, maka itulah yang berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keagungan Sabar

Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah berkata, “Tidaklah hamba mendapatkan karunia yang lebih utama daripada kesabaran. Karena dengan sebab kesabaran itulah mereka masuk ke dalam surga.” (lihat at-Tahdzib al-Maudhu’i li Hilyat al-Auliyaa’, hal. 459)
%d bloggers like this: