Definisi dan Contoh I’rob Rofa’

images

I’rob adalah perubahaan keadaan akhir kata disebabkan masuknya ‘amil. Bisa juga dikatakan bahwa i’rob adalah perubahan akhir kata karena perbedaan jabatan kata di dalam kalimat. Salah satu bentuk i’rob adalah apa yang disebut dengan istilah rofa’. Kata yang i’robnya rofa’ disebut marfu’.

الرفع

Pengertian ar-Rof’u [Rofa’]

Secara bahasa rofa’ bermakna al-‘Uluww wal Irtifa’; tinggi dan naik. Berasal dari kata rofa’a yang artinya ‘mengangkat’. Adapun dalam istilah nahwu, rofa’ adalah perubahan khusus yang ditandai dengan harokat dhommah -di akhir kata- atau tanda lain yang menggantikannya (lihat Tuhfatus Saniyah)

Contoh Isim Yang Marfu’

مُحَمَّدٌ

artinya: “Muhammad”; marfu’ dengan tanda dhommah di akhirnya

فَاطِمَةُ

artinya: “Fatimah”; marfu’ dengan tanda dhommah di akhirnya

Contoh Fi’il Yang Marfu’

يَقُومُ

artinya: “Sedang berdiri”; marfu’ dengan tanda dhommah di akhirnya

يَكْتُبُ

artinya: “Sedang menulis”; marfu’ dengan tanda dhommah di akhirnya   

Catatan: Untuk menyederhanakan, bisa dikatakan bahwa apabila suatu kata diakhiri dengan dhommah maka ia disebut dengan istilah marfu’.

Sumber Kosakata: Tuhfatus Saniyah Syarh al-Muqaddimah al-Ajurrumiyah oleh Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 36 other followers

Keutamaan Ilmu

Abu Hurairah dan Abu Dzar radhiyallahu’anhuma berkata, “Sebuah bab tentang ilmu yang kamu pelajari lebih kami cintai daripada seribu raka’at sholat sunnah.” (lihat Tajrid al-Ittiba’ fi Bayan Asbab Tafadhul al-A’mal, hal. 26 karya Dr. Ibrahim bin ‘Amir ar-Ruhaili hafizhahullah)

Pentingnya Ikhlas

Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu’anhu, beliau menceritakan bahwa dahulu ada seorang lelaki yang datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu dia bertanya, “Ada orang yang berperang untuk fanatisme kelompok, berperang untuk menunjukkan keberanian, dan berperang untuk mendapat pujian. Manakah diantara itu semua yang berada di jalan Allah?”. Maka beliau menjawab, “Barangsiapa yang berperang demi meninggikan kalimat Allah, maka itulah yang berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keagungan Sabar

Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah berkata, “Tidaklah hamba mendapatkan karunia yang lebih utama daripada kesabaran. Karena dengan sebab kesabaran itulah mereka masuk ke dalam surga.” (lihat at-Tahdzib al-Maudhu’i li Hilyat al-Auliyaa’, hal. 459)
%d bloggers like this: