Kebutuhan Terhadap Ilmu Pokok-Pokok Agama

6745896

Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi hafizhahullah mengatakan :

Kebutuhan segenap hamba kepada ilmu ini adalah di atas segala kebutuhan. Keterdesakan mereka terhadap ilmu ini di atas segala perkara yang mendesak. Kebutuhan mereka terhadap ilmu ini di atas kebutuhan mereka terhadap makanan dan minuman. Bahkan jauh lebih besar daripada kebutuhan mereka kepada nafas yang berhembus diantara kedua sisi tubuh setiap insan.

Karena apabila seorang insan kehilangan makanan, minuman, dan nafas, matilah jasad. Sementara kematian itu pasti akan dialaminya. Dan tidaklah membahayakan matinya jasad apabila hatinya selamat. Adapun apabila hamba kehilangan atau tidak mendapatkan ilmu tentang Allah, nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, ilmu tentang syari’at dan agama-Nya, niscaya matilah hati dan ruh yang ada di dalam dirinya.

[lihat al-Hidayah ar-Rabbaniyah, hal. 7]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 36 other followers

Keutamaan Ilmu

Abu Hurairah dan Abu Dzar radhiyallahu’anhuma berkata, “Sebuah bab tentang ilmu yang kamu pelajari lebih kami cintai daripada seribu raka’at sholat sunnah.” (lihat Tajrid al-Ittiba’ fi Bayan Asbab Tafadhul al-A’mal, hal. 26 karya Dr. Ibrahim bin ‘Amir ar-Ruhaili hafizhahullah)

Pentingnya Ikhlas

Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu’anhu, beliau menceritakan bahwa dahulu ada seorang lelaki yang datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu dia bertanya, “Ada orang yang berperang untuk fanatisme kelompok, berperang untuk menunjukkan keberanian, dan berperang untuk mendapat pujian. Manakah diantara itu semua yang berada di jalan Allah?”. Maka beliau menjawab, “Barangsiapa yang berperang demi meninggikan kalimat Allah, maka itulah yang berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keagungan Sabar

Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah berkata, “Tidaklah hamba mendapatkan karunia yang lebih utama daripada kesabaran. Karena dengan sebab kesabaran itulah mereka masuk ke dalam surga.” (lihat at-Tahdzib al-Maudhu’i li Hilyat al-Auliyaa’, hal. 459)
%d bloggers like this: