Soal Ujian Bahasa Arab at-Taisir Kelas Pemula

فقه

Sifat : Terbuka untuk umum, Close Book
Batas Akhir Pengiriman : Kamis, 29 Rajab 1435 H/ 29 Mei 2014

Benar atau Salah [B/S] -nilai 10-

1. Isim adalah berkaitan dengan waktu
2. Fi’il bisa diakhiri dengan tanwin
3. Jumlah terbagi tiga
4. Bina’ adalah perubahan akhir kata
5. Jumlah fi’liyah diawali dengan fa’il

Jawab Dengan Singkat dan Tepat! -nilai 40-

1. Sebutkan dua jabatan pokok kalimat dalam jumlah ismiyah!
2. Isim manshub yang menerangkan sebab terjadinya perbuatan disebut…
3. Isim marfu’ yang terletak setelah fi’il dan menunjukkan objek dinamakan…
4. Kata yang menyebabkan khobar menjadi manshub adalah….
5. Sebutkan 2 jenis isim yang marfu’ dengan tanda wawu!

Uraian Singkat -nilai 50-

1. Jelaskan letak perbedaan ilmu nahwu dengan ilmu shorof!
2. Jelaskan letak perbedaan jumlah ismiyah dengan jumlah fi’liyah!
3. Apa perbedaan antara fa’il dengan na’ibul fa’il?
4. Apa perbedaan antara mubtada’ dengan khobar?
5. Apa yang dimaksud dengan huruf jar?

NB : Bagi yang mendapat nilai 100 insya Allah ada hadiah buku gratis

Identitas Peserta Ujian :
Nama, Alamat Lengkap, Kode Pos, Akun Facebook

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 36 other followers

Keutamaan Ilmu

Abu Hurairah dan Abu Dzar radhiyallahu’anhuma berkata, “Sebuah bab tentang ilmu yang kamu pelajari lebih kami cintai daripada seribu raka’at sholat sunnah.” (lihat Tajrid al-Ittiba’ fi Bayan Asbab Tafadhul al-A’mal, hal. 26 karya Dr. Ibrahim bin ‘Amir ar-Ruhaili hafizhahullah)

Pentingnya Ikhlas

Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu’anhu, beliau menceritakan bahwa dahulu ada seorang lelaki yang datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu dia bertanya, “Ada orang yang berperang untuk fanatisme kelompok, berperang untuk menunjukkan keberanian, dan berperang untuk mendapat pujian. Manakah diantara itu semua yang berada di jalan Allah?”. Maka beliau menjawab, “Barangsiapa yang berperang demi meninggikan kalimat Allah, maka itulah yang berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keagungan Sabar

Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah berkata, “Tidaklah hamba mendapatkan karunia yang lebih utama daripada kesabaran. Karena dengan sebab kesabaran itulah mereka masuk ke dalam surga.” (lihat at-Tahdzib al-Maudhu’i li Hilyat al-Auliyaa’, hal. 459)
%d bloggers like this: